DIARPUS – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo melaksanakan kegiatan Sosialisasi Naskah Kuno dan Identifikasi Pemilik Naskah Kuno Tahun 2026 yang bertempat di aula perpustakaan umum Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Gorontalo Utara, Senin (27/04/2026).
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Gorontalo Utara, Asri Ode Muisi, yang dalam kesempatan itu didampingi oleh Sekretaris Dinas, Yeni Nipon Kasim.
Dalam sambutannya, Asri Ode Muisi menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan langkah strategis dalam upaya pelestarian warisan budaya daerah, khususnya naskah-naskah kuno yang memiliki nilai sejarah, adat, dan keagamaan yang tinggi.

Sementara itu, sambutan dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo disampaikan oleh Pustakawan Ahli Utama, Erna Harmain, yang mewakili Kepala Dinas. Dalam penyampaiannya, ia menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga, merawat, dan melaporkan keberadaan naskah kuno sebagai bagian dari identitas dan kekayaan intelektual daerah.
Kegiatan sosialisasi ini menghadirkan narasumber dari Kantor Pelestarian Kebudayaan Gorontalo, yaitu Yusli, yang memaparkan materi terkait pentingnya pelestarian naskah kuno, teknik identifikasi, serta langkah-langkah perlindungan terhadap naskah sebagai aset budaya yang bernilai tinggi.

Dalam pemaparannya, Yusli menjelaskan bahwa naskah kuno tidak hanya berfungsi sebagai dokumen sejarah, tetapi juga sebagai sumber pengetahuan yang mencerminkan nilai-nilai kehidupan masyarakat masa lampau yang masih relevan hingga saat ini.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat serta pemangku kepentingan terhadap pentingnya identifikasi dan pelestarian naskah kuno, sekaligus mendorong partisipasi aktif dalam upaya penyelamatan warisan budaya daerah.
Kegiatan ini juga sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Gorontalo di bawah kepemimpinan Gubernur Gusnar Ismail bersama Wakil Gubernur yang mendorong penguatan identitas budaya daerah, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan literasi berbasis kearifan lokal sebagai fondasi pembangunan daerah.
Melalui kegiatan ini diharapkan naskah-naskah kuno yang tersebar di masyarakat dapat teridentifikasi dengan baik, terdokumentasi secara sistematis, serta dilestarikan untuk kepentingan generasi sekarang dan yang akan datang. (PPID Arpus)
