DIARPUS – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo terus memperluas akses layanan literasi kepada seluruh lapisan masyarakat melalui program Perpustakaan Keliling. Kali ini, layanan tersebut menyasar warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas III Gorontalo, Jumat (17/07/2026).
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Lapas Perempuan Kelas III Gorontalo itu disambut baik oleh Kepala Lapas, Elang Kartini, bersama jajaran. Kehadiran layanan perpustakaan keliling menjadi salah satu bentuk kolaborasi dalam memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk meningkatkan minat baca sekaligus memperluas wawasan melalui berbagai koleksi bacaan yang disediakan.
Dalam kegiatan tersebut, para pustakawan tidak hanya menghadirkan layanan peminjaman dan membaca buku, tetapi juga menggelar sesi interaktif bagi warga binaan. Peserta yang mampu menceritakan kembali isi buku yang telah dibaca diberikan doorprize sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi agar semakin gemar membaca dan memahami isi bacaan.
Suasana kegiatan berlangsung antusias. Warga binaan tampak aktif memilih buku sesuai minat mereka, kemudian mengikuti sesi berbagi pemahaman mengenai isi buku yang telah dibaca. Pendekatan ini diharapkan mampu menumbuhkan budaya membaca sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan kepercayaan diri.
Kepala Lapas Perempuan Kelas III Gorontalo, Elang Kartini, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan layanan Perpustakaan Keliling yang dinilai memberikan manfaat positif bagi proses pembinaan warga binaan.
“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena tidak hanya menghadirkan bahan bacaan, tetapi juga memberikan ruang bagi warga binaan untuk terus belajar, meningkatkan pengetahuan, dan mengembangkan diri selama menjalani masa pembinaan,” ujarnya.
Program Perpustakaan Keliling merupakan salah satu upaya Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo dalam memperluas layanan literasi kepada masyarakat tanpa terkecuali, termasuk kelompok masyarakat yang berada di lembaga pemasyarakatan. Kehadiran layanan ini diharapkan mampu menjadikan perpustakaan sebagai sarana pembelajaran sepanjang hayat yang dapat diakses oleh semua kalangan.
Kegiatan tersebut juga sejalan dengan visi pembangunan Pemerintah Provinsi Gorontalo di bawah kepemimpinan Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie yang menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah. Penguatan budaya literasi melalui layanan perpustakaan yang inklusif menjadi bagian penting dalam menciptakan masyarakat yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.
Melalui kegiatan ini, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo berharap budaya membaca dapat terus tumbuh di berbagai lapisan masyarakat, sehingga perpustakaan benar-benar menjadi ruang belajar yang terbuka bagi siapa saja, termasuk warga binaan yang sedang mempersiapkan diri untuk kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat. (PPID Arpus)
