DIARPUS – Rangkaian Festival Literasi 2025 resmi berakhir dengan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Peran UMKM dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat dan Keluarga”, yang digelar di halaman Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo, Kamis (13/11/2025).
Acara penutupan ini menghadirkan tiga narasumber inspiratif dari berbagai bidang, yakni Bevin Philip Pratama Makoenimau (Manajer Fungsi Pelaksanaan Pengembangan UMKM, KI, dan Syariah Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo), Isnawati Mohamad (Direktur Galeri OLAKU), dan Adi Winata Sholihin (Jurnalis sekaligus penulis buku Menebar Asa Meraih Cita).
Dalam paparannya, Bevin Philip Pratama Makoenimau menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dalam memperkuat sektor UMKM. Ia juga menyoroti prinsip pengembangan dari hulu hingga hilir sebagai kunci agar usaha kecil menengah dapat tumbuh secara berkelanjutan.
“Bank Indonesia terus berkomitmen mendukung pengembangan UMKM sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ungkap Bevin.
Sementara itu, Isnawati Mohamad memaparkan materi bertema pemberdayaan perempuan. Ia menekankan bahwa kesadaran daya perempuan merupakan kunci utama dalam mengembangkan potensi keluarga dan mendorong kesejahteraan masyarakat.
“Perempuan memiliki peran strategis dalam menggerakkan ekonomi keluarga. Ketika perempuan berdaya, maka kesejahteraan keluarga dan lingkungan akan ikut meningkat,” jelas Isnawati.
Sebagai penulis sekaligus jurnalis, Adi Winata Sholihin mengulas buku karyanya Menebar Asa Meraih Cita, yang berisi kisah inspiratif tentang perjalanan pelaku UMKM dari nol hingga berhasil mengembangkan usahanya. Buku tersebut juga menampilkan berbagai jenis usaha yang mampu bertahan dan berkembang berkat semangat dan inovasi.
Suasana penutupan semakin semarak dengan penampilan paduan suara Gotiv dan band Sedjiwa, yang menghadirkan nuansa santai dan penuh keakraban di antara peserta dan tamu undangan.
Dalam sambutan penutupnya, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo, Ridwan Hemeto, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh narasumber, peserta, serta pihak yang telah mendukung pelaksanaan Festival Literasi 2025.
“Selama tiga hari pelaksanaan Festival Literasi ini, kita telah melihat antusiasme luar biasa dari masyarakat. Literasi bukan hanya soal membaca buku, tetapi juga memahami berbagai aspek kehidupan, termasuk ekonomi, budaya, dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Ridwan.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, Festival Literasi 2025 resmi ditutup, meninggalkan pesan penting bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca, melainkan gerakan bersama untuk membangun masyarakat yang cerdas, kreatif, dan sejahtera. (PPID Arpus)
