DIARPUS – Rangkaian kegiatan Semarak Bulan Literasi Gorontalo Ke-VI tahun 2024 yang telah dimulai pada 25 Oktober lalu, secara resmi ditutup pada 30 Oktober 2024 di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo. Setelah sebelumnya dibuka oleh Bunda Literasi Gorontalo, acara yang bertujuan untuk mengembangkan literasi di kalangan masyarakat ini menggelar berbagai lomba yang menarik minat banyak peserta dari berbagai usia.
Pada penutupan kemarin, dua lomba terakhir yaitu Lomba Pidato Bahasa Inggris dan Lomba Paiya Lohungo Lopoli sukses digelar dan disambut antusias oleh para peserta dan penonton. Lomba Pidato Bahasa Inggris diikuti oleh para peserta SMA/SMK yang menampilkan kepiawaian mereka dalam berbahasa Inggris, sementara Lomba Paiya Lohungo Lopoli menjadi panggung bagi para peserta untuk menunjukkan keindahan sastra lokal dan mempertahankan nilai-nilai budaya melalui tutur bahasa Gorontalo.
Acara penutupan semakin meriah dengan pengumuman pemenang dari kedua lomba tersebut serta penyerahan hadiah kepada para pemenang dari seluruh kegiatan yang telah diadakan. Hadiah diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Arpus Provinsi Gorontalo berserta Kepala Dinas maupun perwakilan dari Dinas Arpus Kabupaten Kota yang ada di Provinsi Gorontalo, acara ditutup secara resmi oleh Kepala Dinas Arpus Provinsi Gorontalo Ridwan Hemeto.
Dalam sambutannya, Ridwan Hemeto mengungkapkan apresiasi yang tinggi kepada semua pihak yang terlibat dalam kesuksesan Bulan Literasi tahun ini, mulai dari panitia hingga para peserta yang berpartisipasi aktif. “Kegiatan ini kami laksanakan berdasarkan Peraturan Gubernur nomor 22 tahun 2018 tentang penetapan bulan literasi dan tahun ini merupakan tahun ke enam, jadi harapan kami, semoga kegiatan literasi ini dapat menjadi tradisi yang selalu dinanti masyarakat Gorontalo dan menjadi pemantik bagi masyarakat untuk semakin mencintai literasi, baik dalam bentuk membaca, bertutur, maupun mengembangkan keterampilan lainnya,” ujarnya.
Semarak Bulan Literasi Gorontalo Ke-VI 2024 ini diharapkan mampu memberi dampak positif, tidak hanya pada pengembangan literasi masyarakat tetapi juga dalam melestarikan budaya lokal serta memperkenalkan nilai-nilai pendidikan dan keterampilan hidup kepada masyarakat Gorontalo. (PPID Arpus)
