DIARPUS – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo melaksanakan Workshop Akreditasi Perpustakaan Tahun 2024, bertempat di hotel Grand Q Kota Gorontalo pada Selasa (23/07/2024).
Kegiatan yang dihadiri oleh Kepala Sekolah dan Kepala Perpustakaan Sekolah SD/MI, SMP/MTs dan SMK/MA perwakilan dari Kabupaten/Kota dibuka langsung oleh Kepala Dinas Ridwan Hemeto.
Dalam sambutannya Ridwan mengatakan bahwa kondisi literasi masyarakat yang ada di Indonesia saat ini sangat rendah termasuk di Gorontalo, bahkan dilihat dari laporan Unesco Literasi yang ada di Indonesia itu hanya memiliki 0,001% atau dari seribu orang hanya 1 orang yang memiliki kemampuan membaca dengan baik. Maka dari itu untuk meningkatkan Literasi yang ada di Indonesia terutama di Gorontalo kegiatan Workshop yang telah di laksanakan ini sangat penting dalam menaikan literasi masyarakat terutama literasi siswa, karena salah satu penunjang untuk meningkatkan tingkat literasi siswa adalah layanan perpustakaan sekolah.
“Salah satu masalah utama dalam pelayanan perpustakaan sekolah adalah sering kali tidak adanya penanggung jawab di perpustakaan sekolah tersebut, karena kadang posisi tersebut hanya diisi oleh guru yang kekurangan jam dalam mata pelajaran, sehingga perpustakaan hanya menjadi pelengkap untuk melengkapi jumlah jam mengajar, hal ini sangat di sayangkan karena bagaimanapun perpustakaan sekolah merupakan penunjang peningkatan literasi siswa” Lanjut Ridwan Hemeto.
Dalam hal koleksi yang ada di perpustakaan sekolah Ridwan mengharapkan agar buku yang diadakan atau yang akan di pajang dalam perpustakaan jangan hanya buku mata pelajaran saja, namun harus ada buku lain seperti buku pengayaan dan referensi karena jika hanya buku mata pelajaran ditakutkan mereka akan bosan karena sudah diterima pada saat jam mata pelajaran. Maka dari itu Ridwan juga mengaharapkan pihak pengelola perpustakaan sekolah agar bisa bersama sama dalam meningkatkan literasi siswa. “Sengaja dalam kegiatan ini di undang juga Kepala Sekolahnya agar ada perhatian khusus untuk pengembangan layanan perpustakaan yang ada di sekolah, karena dalam dana BOS yang di kelola sekolah ada 5% anggaran yang dikhususkan untuk pengembangan layanan perpustakaan sekolah, dan mudah mudahan setelah mengikuti Workshop ini di harapkan akan ada perubahan di perpustakaan sekolah nantinya. Perubahan dimaksud adalah pihak sekolah melalui perpustakaan dapat melakukan perubahan signifikan dari belum diakreditasi menjadi terakreditasi. Terakreditasi dalam artian keterpenuhan sarana dan prasarana, koleksi, sistem layanan dan sebagainya sudah memenuhi Standar Nasional Perpustakaan” Kata Ridwan.
Dalam kegiatan Workshop ini pemberi materi ada 4 orang yakni Syahrudin Porindo Kepala Bidang Perpustakaan di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo, Ampauleng Zainuddin sebagai Dewan Pengawas Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) Provinsi Gorontalo, Erna Harmain Pustakawan Ahli Utama di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo serta Yusron Humonggio Sekretaris Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Provinsi Gorontalo. (PPID Arpus)
