DIARPUS – Dalam upaya memperkuat budaya literasi sekaligus melestarikan warisan budaya daerah, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal dengan tema “Tradisi Lisan Gorontalo”. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 9 hingga 11 Juni 2026, bertempat di Aula Perpustakaan Umum H.B. Jassin, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo.
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Bunda Literasi Provinsi Gorontalo, Nani Ismail Mokodongan, dan diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari pustakawan, pengelola perpustakaan, pegiat literasi, pelajar, serta mahasiswa dari berbagai daerah di Provinsi Gorontalo.

Dalam sambutannya, Nani Ismail Mokodongan menegaskan bahwa pembangunan literasi tidak hanya berfokus pada peningkatan minat baca, tetapi juga pada kemampuan masyarakat untuk menghasilkan karya dan pengetahuan yang bermanfaat. Menurutnya, di tengah derasnya arus informasi global, masyarakat perlu memiliki fondasi literasi yang kuat dan tetap berpijak pada identitas budaya daerah.
“Menulis adalah cara terbaik untuk mengikat ilmu, merawat ingatan, dan mengabadikan peradaban. Melalui tulisan, sejarah dan nilai-nilai luhur daerah kita tidak akan lekang oleh waktu,” ungkap Nani.
Ia juga menyampaikan bahwa Gorontalo memiliki kekayaan budaya yang sangat besar, mulai dari adat istiadat, cerita rakyat, tradisi lisan, situs sejarah hingga nilai-nilai filosofis yang diwariskan secara turun-temurun. Kekayaan tersebut, menurutnya, harus didokumentasikan dan dituliskan agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.
Nani menilai kegiatan bimtek ini sangat strategis karena mampu mendorong lahirnya penulis-penulis lokal yang mampu mengangkat kearifan lokal ke tingkat yang lebih luas melalui artikel, buku, karya sastra maupun berbagai platform digital. Selain itu, kepenulisan berbasis budaya lokal juga menjadi sarana menanamkan karakter dan kebanggaan terhadap identitas daerah kepada generasi muda.
Sementara itu, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo, Ridwan Hemeto, dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2014, serta didukung melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik Tahun Anggaran 2026.

Ridwan menyampaikan bahwa pelaksanaan bimtek bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan kapasitas penulis pemula, menambah jumlah penulis kreatif yang mampu melestarikan kearifan lokal, mengembangkan konten literasi berbasis budaya daerah, serta membangun ekosistem kepenulisan yang berkelanjutan di Gorontalo.
“Tradisi lisan Gorontalo merupakan salah satu kekayaan budaya yang memiliki nilai sejarah, pendidikan, dan identitas masyarakat. Karena itu perlu didokumentasikan dan diwariskan melalui karya-karya tulis yang berkualitas,” ujar Ridwan.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mendapatkan materi dan pendampingan dari sejumlah narasumber yang memiliki kompetensi di bidang kepenulisan dan kebudayaan, yaitu Ester Yunginger, Sunarsih Dai, dan budayawan Hasdin Danial. Para peserta dibekali pengetahuan mengenai teknik kepenulisan, penggalian sumber budaya lokal, hingga strategi mengembangkan tradisi lisan menjadi karya tulis yang menarik dan bernilai edukatif.

Pada hari terakhir, Kamis (11/06/2026), kegiatan secara resmi ditutup oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo. Dalam arahannya, Ridwan Hemeto berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama bimtek dan menghasilkan karya-karya yang mampu mendokumentasikan sekaligus mempromosikan kekayaan budaya Gorontalo kepada masyarakat yang lebih luas.

Menurutnya, keberhasilan kegiatan ini tidak hanya diukur dari pelaksanaan pelatihan, tetapi dari lahirnya karya-karya tulis yang dapat menjadi sumber pengetahuan, referensi budaya, dan media pelestarian tradisi daerah bagi generasi mendatang.
Pelaksanaan Bimtek Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal ini juga sejalan dengan visi pembangunan Pemerintah Provinsi Gorontalo di bawah kepemimpinan Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, serta memiliki karakter yang kuat. Melalui penguatan literasi dan pelestarian budaya lokal, pemerintah daerah terus mendorong terciptanya generasi yang tidak hanya cakap menghadapi perkembangan zaman, tetapi juga bangga terhadap identitas dan warisan budayanya sendiri.
Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo berharap kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat gerakan literasi daerah sekaligus menjaga keberlanjutan nilai-nilai budaya Gorontalo melalui karya tulis yang dapat diwariskan kepada generasi mendatang. (PPID Arpus)
