DIARPUS – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo resmi menutup kegiatan Sosialisasi dan Advokasi Akreditasi Perpustakaan Tahun 2026 yang dilaksanakan di Aula Perpustakaan Umum H.B. Jassin, Kamis (22/05/2026).
Kegiatan penutupan tersebut dilakukan oleh Kepala Bidang Perpustakaan, Husni Jusuf, mewakili Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo, Ridwan Hemeto.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, sejak 19 hingga 22 Mei 2026 tersebut diikuti oleh kepala sekolah dan kepala perpustakaan SMA/SMK/MA sederajat se-Provinsi Gorontalo dengan sistem pembagian peserta berdasarkan gelombang.
Dalam sambutannya, Husni Jusuf menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi dan advokasi akreditasi perpustakaan merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas tata kelola perpustakaan sekolah agar mampu memenuhi Standar Nasional Perpustakaan (SNP).
Menurutnya, perpustakaan yang terakreditasi tidak hanya menunjukkan kualitas pengelolaan yang baik, tetapi juga menjadi indikator keseriusan lembaga pendidikan dalam membangun budaya baca dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Akreditasi perpustakaan bukan hanya tentang penilaian administratif, tetapi bagaimana perpustakaan mampu menghadirkan layanan yang berkualitas, nyaman, dan bermanfaat bagi peserta didik maupun masyarakat sekolah,” ujarnya.
Kegiatan tersebut dipandu oleh moderator Salihun Ino Ischak dan menghadirkan sejumlah narasumber yang memberikan penguatan materi terkait akreditasi perpustakaan.
Materi pertama disampaikan oleh Hans Ruchban terkait kebijakan instrumen akreditasi perpustakaan SMA/SMK dan MA/MAK.
Selanjutnya, Feri Hulukati memaparkan praktik-praktik baik dalam akreditasi dan advokasi perpustakaan SMA dan SMK.
Materi berikutnya disampaikan oleh Bahyudin Ismail mengenai instrumen akreditasi perpustakaan sekolah dan madrasah.
Sementara itu, Andi Taweng menjelaskan penggunaan SIPAPI sebagai sistem penilaian akreditasi perpustakaan Indonesia yang digunakan dalam proses pengajuan dan evaluasi akreditasi perpustakaan secara nasional.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai standar pengelolaan perpustakaan, mekanisme pengajuan akreditasi, hingga praktik pengelolaan perpustakaan yang sesuai standar nasional.
Kegiatan ini juga sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Gorontalo di bawah kepemimpinan Gubernur Gusnar Ismail bersama Wakil Gubernur yang terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan budaya literasi, pendidikan, serta pengembangan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran masyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak perpustakaan sekolah di Provinsi Gorontalo yang mampu memenuhi standar nasional dan memperoleh akreditasi, sehingga dapat mendukung peningkatan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) serta Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) di daerah. (PPID Arpus)
