Wagub Idah Syahidah Buka Bimtek Literasi Informasi, Perkuat SDM Penggerak Literasi Gorontalo

Posted on

DIARPUS – Pemerintah Provinsi Gorontalo terus mendorong penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang literasi informasi melalui kegiatan Bimbingan Teknis Literasi Informasi untuk Pustakawan, Guru, dan Pegiat Literasi Tahun 2026.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Lantai Dua Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo tersebut dibuka oleh Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie. Kedatangan Wakil Gubernur disambut langsung oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo, Ridwan Hemeto.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur menekankan bahwa tantangan literasi di era digital saat ini bukan lagi semata-mata keterbatasan informasi, melainkan justru melimpahnya informasi yang beredar di tengah masyarakat.

Karena itu, menurutnya, kemampuan literasi tidak cukup hanya sebatas membaca dan menulis. Masyarakat juga harus memiliki kemampuan untuk mengenali kebutuhan informasi, melakukan penelusuran, mengevaluasi sumber, hingga memanfaatkan informasi secara kritis, etis, dan efektif.

“Jika kita melihat cermin rapor literasi daerah kita, berdasarkan data tahun 2025, Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) Provinsi Gorontalo baru mencapai angka 59,20 dan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) berada di angka 10,46. Angka-angka ini adalah alarm sekaligus cambuk bagi kita semua untuk terus bekerja keras,” demikian disampaikan dalam sambutan Wakil Gubernur.

Wakil Gubernur juga menilai kegiatan bimtek tersebut memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem literasi informasi yang kuat dan berkelanjutan melalui kolaborasi lintas profesi.

Ia menjelaskan, pustakawan dan tenaga perpustakaan memiliki posisi sebagai garda terdepan dalam pengelolaan sumber informasi. Sementara guru berperan sebagai fasilitator pembelajaran berbasis informasi, sedangkan pegiat literasi menjadi agen perubahan yang memberdayakan masyarakat hingga tingkat akar rumput.

“Seusai mengikuti bimbingan teknis ini, saya berharap Bapak dan Ibu tidak hanya membawa pulang ilmu dan sertifikat, tetapi juga membawa semangat untuk menjadi penggerak literasi di lingkungan masing-masing,” pesannya.

Dalam kesempatan tersebut juga, Wakil Gubernur menyampaikan bahwa penguatan literasi informasi merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Gorontalo. Komitmen tersebut juga sejalan dengan arah pembangunan nasional, khususnya penguatan pembangunan SDM, sains, teknologi, dan pendidikan, sekaligus mendukung visi dan misi Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam mencetak SDM yang berkualitas dan berdaya saing.

Menurutnya, kemampuan literasi informasi juga harus menjadi instrumen untuk membentengi masyarakat dari hoaks serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, program literasi perlu dikembangkan secara kreatif dan dekat dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari lingkungan sekolah, perpustakaan, keluarga hingga komunitas.

Untuk pelaksanaannya, peserta dibekali tiga materi utama. Materi pertama mengenai Pengertian, Konsep Dasar Literasi dan Kebutuhan Informasi yang disampaikan oleh Hans Ruchban.

Materi kedua, Penelusuran dan Sumber-Sumber Informasi, disampaikan oleh Yusron Humonggio. Dan untuk materi ketiga mengenai Analisis-Sintesis, Evaluasi dan Penyajian Informasi disampaikan oleh Ade Yul Pascasari Katili.

Dalam laporan panitia yang disampaikan Sekretaris Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo, Rudi Wahyudin Erfan Daenunu, dijelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi tingginya kemampuan masyarakat dalam mengakses informasi di tengah era digital, namun masih terdapat tantangan dalam menyaring dan memanfaatkan informasi secara bijak.

Bimtek ini secara khusus diarahkan untuk memperkuat peran pustakawan sebagai pengelola sumber informasi, guru sebagai fasilitator pembelajaran berbasis informasi, serta pegiat literasi sebagai agen perubahan dalam memberdayakan masyarakat melalui kolaborasi lintas profesi.

Pelaksanaan kegiatan dijadwalkan dalam dua gelombang. Gelombang pertama berlangsung Selasa, 11 Agustus 2026, sedangkan gelombang kedua dijadwalkan Rabu, 12 Agustus 2026. Dan setiap gelombang diikuti oleh 50 peserta.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Gorontalo berharap para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru, tetapi mampu menerapkannya di lingkungan masing-masing sehingga terbentuk ekosistem literasi informasi yang kritis, etis, dan efektif.

Penguatan kapasitas pustakawan, guru, dan pegiat literasi tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah konkret untuk meningkatkan Tingkat Kegemaran Membaca dan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat Provinsi Gorontalo dari tahun ke tahun. (PPID Arpus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *