DIARPUS – Dalam rangka memperkuat literasi sejarah dan menggali kontribusi perempuan dalam peradaban Gorontalo, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo menggelar kegiatan Bedah Buku “Menggerakkan Roda Zaman : Rujukan Sejarah Perempuan Gorontalo” pada Kamis, 22 Mei 2025. Kegiatan ini berlangsung di Lantai Dua, Perpustakaan Umum H.B. Jassin Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo, Ridwan Hemeto, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari promosi koleksi buku daerah yang sekaligus menjadi wadah memperkuat budaya literasi masyarakat. Buku karya Basri Amin tersebut dipilih karena memuat refleksi sejarah panjang peran perempuan Gorontalo sejak abad ke-15 hingga masa kini, serta sebagai bentuk penghormatan terhadap kontribusi besar kaum perempuan dalam membentuk dinamika sosial dan budaya Gorontalo.
“Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif mengenai pentingnya memahami kembali kontribusi perempuan dalam sejarah dan mendorong semangat emansipasi yang berakar pada nilai-nilai lokal,” ujar Ridwan.
Acara ini secara resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan serta penulis buku atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa bedah buku bukan hanya upaya akademik, tetapi juga bentuk nyata pelestarian nilai dan sejarah lokal yang dapat menginspirasi generasi muda.
“Buku ini bukan hanya menyajikan sejarah, tapi juga mengangkat kisah inspiratif perempuan-perempuan Gorontalo yang berkontribusi dalam pendidikan, budaya, hingga perjuangan kemerdekaan. Jika di tingkat Nasional kita mengenal sosok Kartini, maka di Gorontalo kita punya versi lokalnya yang disebutkan di buku yaitu Putri Bungale” ungkap Idah.
Lebih lanjut, Idah mendorong agar kegiatan semacam ini tidak berhenti pada seremoni, tetapi terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari penguatan sumber daya manusia dan karakter masyarakat Gorontalo.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama yaitu Basri Amin selaku penulis buku, dan Prof. Dr. Nani Tuloli, yang membedah isi buku secara mendalam dari perspektif akademis. Kegiatan ini diikuti oleh 100 peserta yang terdiri dari tokoh perempuan, akademisi, pustakawan, guru, pegiat literasi, hingga perwakilan organisasi perempuan dan mahasiswa.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Gorontalo berharap agar upaya pelestarian sejarah dan budaya lokal, khususnya yang berfokus pada peran perempuan, semakin mendapat tempat dalam narasi pembangunan daerah. (PPID Arpus)
