Semarak Penutupan Lomba Literasi dan Pengukuhan Bunda Literasi

Posted on

DIARPUS – Semangat literasi kembali menggelora di Provinsi Gorontalo. Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo menggelar acara penutupan lomba resensi buku berbasis koleksi perpustakaan dan lomba konten video literasi, yang dirangkaikan dengan pengukuhan Bunda Literasi Provinsi Gorontalo.

Kegiatan ini berlangsung meriah di Aula Lantai Dua Perpustakaan Umum H.B. Jassin, Jum’at 9 Mei 2025. Hadir langsung Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, yang secara resmi mengukuhkan Nani Ismail Mokodongan sebagai Bunda Literasi yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Gorontalo.

Dalam laporannya, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Ridwan Hemeto, menyampaikan bahwa kegiatan ini terlaksana melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) non-fisik yang bersumber dari Perpustakaan Nasional RI, dengan total anggaran sebesar Rp 1.094.215.000. Ridwan menegaskan bahwa dana ini dimanfaatkan secara maksimal untuk mendorong peningkatan minat literasi masyarakat.

Dalam sambutannya, Gusnar Ismail menekankan agar dapat mengedepankan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan literasi. “Saya minta kepada kepala arsip dan perpustakaan, kegiatan- kegiatan yang bersifat literasi ini jangan hanya tampak bagus di media sosial, tapi juga harus nyata di lapangan dan jadi kegiatan yang utama. Kita harus rubah pandangan-pandangan bahwa urusan perpustakaan dan arsip itu dibelakang, urusan perpustakaan adalah urusan yang pertama membentuk generasi” tegasnya, memberi dorongan agar kegiatan literasi menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari.

Penutupan kegiatan ini juga turut dimeriahkan dengan pengumuman pemenang lomba pembuatan resensi buku dan konten video literasi. Para juara menerima hadiah yang diserahkan langsung oleh Gubernur Gusnar Ismail dan Bunda Literasi Nani Ismail Mokodongan.

Disela sela pemberian hadiah Gusnar membeberkan pengalamannya saat berkiprah di Lemhanas dimana terdapat beberapa pejabat di lembaga pertahanan yang mahir dalam berbicara tetapi mengalami kesulitan dalam membuat karya tulis. Olehnya dirinya terkesan dengan para siswa yang berprestasi dalam menyusun resensi buku dan membuat konten video berbasis literasi.

“Ini yang jago membuat resensi, ini yang mampu menuangkan pikirannya dalam bentuk tulisan, kemudian di era digital ini, mereka-mereka ini yang bisa mengombinasikan pikiran dan tulisannya kemudian dituangkan dalam bentuk konten. Inilah sebuah kombinasi yang dapat memperbaiki kualitas generasi kita sepuluh hingga dua puluh tahun yang akan datang” Jelas Gusnar.

Acara ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam memajukan budaya baca dan literasi digital di tengah masyarakat. Semangat literasi terus menyala, dari aula perpustakaan hingga ke pelosok desa. (PPID Arpus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *