DIARPUS – Buku adalah jendela dunia, dengan membaca masyarakat bisa menjelajah dunia. Namun sayangnya semboyan tersebut hanya digunakan sebagai penghias semata, pada kenyataannya minat baca pada anak masih rendah.
Hal ini disampaikan Plt Kepala Dinaa Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo Taufik El Hakim Sidiki saat memberikan sambutan penutupan pameran inovasi perpustakaan dan festival literasi kreatif di era digital di halaman Universitas Sultan Amay Gorontalo, Jumat (20/5/2022).
Taufik El Hakim Sidiki menjelaskan penelitian di 70 negara tingkat literasi Indonesia berada pada urutan ke 62.
“Persoalan Indonesia adalah rendahnya tingkat literasi,” kata Taufik El Hakim Sidiki.
Rendahnya tingkat literasi Bangsa Indonesia ditengarai karena selama berpuluh tahun bangsa Indonesia hanya berkutat pada sisi hilir, masyarakat terus dihakimi sebagai yang rendah budaya bacanya.
“Dengan stiqma tersebut mengakibatkan Indonesia menjadi rendah daya saingnya, rendah indeks pembangunan SDMnya, rendah inovasinya, rendah pendapatan perkapitanya sehingga berdampak pada rendahnya rasio gizinya itu semua akhirnya berpengaruh pada rendahnya indeks kebahagiaan warga masyarakat,” tutur Taufik El Hakim Sidiki.
Taufik El Hakim Sidiki mengatakan pesatnya perkembangan teknologi dari masa ke masa mempengaruhi masyarakat dalam mengelola informasi. Akses digital yang mampu menembus batas ruang dan waktu memberi kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi dari seluruh penjuru dunia, bahkan hanya dalam hitungan detik seakan menegaskan bahwa hal tersebut sudah menjadi kebutuhan.
Ia menjelaskan akses digital membuat informasi yang diterima masyarakat begitu melimpah baik didapat dari internet, madia sosial maupun media digital lain yang pada akhirnya masyarakat dihadapkan dengan sebuah fenomena yang disebut sebagai ledakan informasi yakni keadaan yang mana informasi begitu melimpah sehingga sulit dikendalikan.
Taufik El Hakim Sidiki juga mengapresiasi para juara lomba pada kegaiatn ini, ia berharap pameran inovasi perpustakaan dan festival literasi kreatif di era digital ini dapat lebih memicu kretifitas dan inovasi, khususnya sumber daya manusia di lembaga perpustakaan di Provinsi Gorontalo.
Perpustakaan HB Jasin Dinas Kearsipan dan Perpustakaan sebagai juara I pameran inovasi perpustakaan dan festival literasi kreatif yang dilaksanakan oleh Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesian Provinsi Gorontalo.
Pewarta : Suleman – Dinas Arpus.
